Mitos Fakta Protein


Benarkah protein berlebih merusak ginjal? Apakah benar ada “periode emas” pembentukan otot setelah olahraga? Perlukah saya mengonsumsi berkilo-kilo dada ayam untuk memiliki badan ideal? Bila pertanyaan-pertanyaan di atas kerapkali menghantui, berarti Anda wajib menyimak artikel kami berikut ini.


Pria aktif butuh asupan protein lebih banyak untuk membentuk massa otot.
Percaya atau tidak, itu benar adanya. Tiga badan keilmuan diet dan olahraga di Amerika Serikat dan Kanada (American Dietetic Association, Dietitians of Canada, dan American College of Sports Medicine) menyatakan bahwa kebutuhan protein untuk atlet dan orang yang rajin berolahraga adalah 1,2 sampai 1,7 gram protein perkilogram berat badan perhari1. Naiknya kebutuhan protein tersebut adalah untuk mengakomodasi pembentukan otot baru yang rusak akibat berolahraga2.

Jumlah itu memang lebih sedikit dibandingkan jumlah yang umum dikonsumsi oleh bodybuilder (mencapai 2-3 gram perkilogram berat badan perhari), namun tetap lebih banyak dari kebutuhan orang normal. Anda disarankan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dari makanan, namun susu protein bisa menjadi alternatif untuk menggenapi kebutuhan protein tersebut.


Konsumsi protein setelah olahraga untuk optimalkan pembentukan otot.
Yang ini juga fakta. Penelitian menunjukkan, konsusmi protein sampai tiga jam sesudah olahraga menaikkan laju pembentukan otot lebih tinggi dibandingkan waktu yang lebih larut3. Hal ini terjadi karena tubuh mengaktifkan respon perbaikan otot yang rusak akibat olahraga. Sebenarnya, lonjakan sintesis protein setelah minum susu tetap bisa kamu dapatkan sampai satu hari kemudian, namun tidak setinggi bila kamu mengonsumsi sesaat setelah olahraga. Karena itu, daripada mengonsumsi sport drinks, Anda bisa mendapat manfaat ganda dengan mengonsumsi susu.


Konsumsi protein tinggi merusak ginjal
Nah, kalau yang ini sebenarnya mitos. Penelitian pada atlet yang mengonsumsi protein tinggi (2 gram perkilogram berat badan perhari atau lebih) tidak menemukan kerusakan ginjal4. Ginjal yang sehat dapat beradaptasi dengan asupan protein yang tinggi, asalkan didukung dengan asupan air yang cukup. Karena itu, di samping mengonsumsi susu tinggi protein, minumlah juga air putih secara berkala.

Yup, seperti itulah fakta dan mitos seputar protein yang umum beredar. Jadi, sudah tak khawatir konsumsi protein lagi, kan?

Ref: 
1 Position of the American Dietetic Association, Dietitians of Canada, and the American College of Sports Medicine: Nutrition and Athletic Performance. J Am Diet Assoc. 109: 509-527, 2009. 2 Beyond the Zone: Protein Needs of Active Individuals. Journal of the American College of Nutrition 19(5): 513S–521S, 2000 3 Nutritional regulation of muscle protein synthesis with resistance exercise: strategies to enhance anabolism. 4 High-protein weight loss diets and purported adverse effects: where is the evidence? Sports Nutrition Review Journal 1(1):45-51, 2004.
from l-men.com

Related Product :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Resmana Fitness | Kang One
Copyright © 2011. #RISWANFITNESS All About Supplements Gym - All Rights Reserved
Template Redesigned by Resmana | Shopping Cart by : One Fitness InDesigns
Proudly powered by Website